Stanza II untuk Indonesia Raya

Stanza II untuk Indonesia Raya

Penulis : Asro Kamal Rokan

Soeboerlah Tanahnja Soeboerlah Djiwanja
Bangsanja Ra’jatnja Semuwanja
Sadarlah Hatinja Sadarlah Boedinja

Ini adalah bait kedua dari stanza dua lagu Indonesia Raya karya WR Supratman. Stanza pertama adalah lagu Indonesia Raya yang kita kenal selama ini dan tentu tidak dapat digantikan. Stanza kedua dan ketiga konon tersimpan di Belanda dan bahkan di negeri itu VCD dokumenter dengan judul Ons Koninkrijik En De Tweede Wereldoorlog tersebut sejak beberapa tahun lalu banyak diperjual-belikan.

Lirik lagu pada stanza dua Indonesia Raya –terlepas dari kontroversi temuan pakar telematika Roy Suryo– itu sesungguhnya menarik bagi Indonesia kini. Memang, ia tidak seheroik bait yang sama stanza pertama
( Hidoeplah Tanahkoe, Hidoeplah Negrikoe, Bangsakoe, Rakjatkoe, Semuwanja. Bangoenlah Djiwanja, Bangoenlah Badanja). Tetapi stanza dua ini justru menyadarkan kita pada suatu hal penting : hati dan budi; Sadarlah Hatinja Sadarlah Boedinja.

Ketika menulis stanza kedua itu, Supratman mungkin merasa bahwa kesuburan tanah tidaklah cukup bagi Indonesia Raya, Indonesia yang besar, dan Indonesia yang sejahtera. Tapi juga diperlukan jiwa yang subur, kesadaran hati, dan kesadaran budi.

Dan, Tanah Indonesia yang subur, hingga kini –setelah 62 tahun merdeka– belum juga membuat rakyatnya sejahtera. Rakyat masih miskin, jumlah pengangguran masih besar, anak-anak banyak putus sekolah karena biaya tak terjangkau. Kerusakan moral, fitnah, korupsi, peredaran narkoba yang telah menjangkau murid sekolah dasar, seks bebas, hedonisme, seperti kanker yang terus meluas menggerogoti bangsa ini.

Indonesia Raya, Indonesia yang besar dan kuat, memerlukan hati dan budi, sesuatu yang boleh jadi terlupakan ketika kita membangun Indonesia ini. Kita berbicara soal kesejahteraan, namun pada saat yang sama rakyat menderita. Kita bicara pembangunan, namun saat yang sama rakyat terpinggirkan. Kita bicara soal moral dan etika, namun saat yang sama pendidikan tak terjangkau rakyat biasa. Kita bicara tentang masa depan, namun saat yang sama kita hancurkan hutan-hutan dan kita cemari air dan udara.

Berpuluh tahun setelah merdeka, bangsa ini –bangsa yang kita impikan sebagai pemain utama dunia– harus ditata kembali atas dasar budi dan hati, bukan semata-mata atas dasar benda dan materi.

Indonesia bermartabat, indah, dan berkah dibangun atas dasar budi dan hati, politik dan dijalankan atas dasar hati dan budi, pendidikan dibangun atas hati dan budi, bisnis dibangun atas hati dan budi, hubungan antarsesama dibangun atas hati dan budi.

p.s. Tulisan ini dikutip dari Resonansi Republika Rabu 8 Agustus 2007 oleh Asro Kamal Rokan dengan melakukan sedikit perubahan oleh YKS. Bagi yang ingin megetahui tulisan aslinya, silakan membaca koran Republika edisi 8 Agustus 2007 pada kolom Resonansi (bagian belakang koran).

0 Responses to “Stanza II untuk Indonesia Raya”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Choose Category :

Top Clicks

  • None

Blog Stats

  • 80,790 hits

Attention :

I would like you to ask permission if you want to “copy, paste and share” my work on this blog. However if you do not then please just give the credit/link.

Website Safety Reputation:
Rating for myks.wordpress.com

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 6 other followers

August 2007
S M T W T F S
« Jul   Sep »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

%d bloggers like this: