Membuat NPWP dan Menyampaikan Laporan SPT Tahunan PPH Pribadi

K. Pendahuluan

Bulan Maret 2019 ini akhirnya saya dapat print laporan pajak SPT Tahunan PPH dari kantor saya yang harus dilaporkan langsung ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) terdekat. Semua urusan pajak di kantor termasuk pajak karyawan sudah ada satu orang yang mengurus, yaitu sekretaris. Semua di-input dan dicetak olehnya, karyawan tinggal menyampaikan laporan saja.

Namun saat mendapat print laporan, saya belum punya NPWP,  dan NPWP yang tertera pada print laporan yang saya dapat masih berupa angka 0 semua. Oleh karena itu saya perlu membuat NPWP sebelum menyampaikan laporan SPT Tahunan  saya.

L. Membuat NPWP Online

Tanggal 22 Maret 2019 saya membuat NPWP Online, caranya mudah banget, tinggal kunjungi website registrasi pajak atau aplikasinya, daftar email dan password, login setelah verifikasi email, lalu tinggal isi semua form yang ada termasuk upload scan KTP pada bagian akhir form.

Setelah pengisian form selesai, lanjut klik tombol Token, lalu klik tombol Pengajuan dengan mengisi nomor token yang dikirim melalui email.

Proses pengajuan selesai tinggal menunggu email apakah diterima atau ditolak. Saya kira akan butuh waktu beberapa hari, ternyata saya mendapat email pada hari yang sama, sekitar 1 jam setelah saya selesai mengajukan melalui website. Pada email berisi informasi mengenai data diri,  NPWP , KPP terdaftar, Username untuk aplikasi eregistrasi, dan informasi mengenai SKT dan kartu NPWP akan dikirimkan ke alamat tempat tinggal.

Begitu saya dapat NPWP, saya minta sekretaris untuk melakukan perubahan pada SPT supaya NPWP saya dimasukkan pada SPT dan dicetak lagi. Persiapan sudah beres, tinggal menyampaikan laporan SPT ini ke KPP Pratama Pondok Aren.

M. Menyampaikan Laporan SPT Tahunan PPH Pribadi di KPP Pratama Pondok Aren

Awalnya saya ingin ke KPP Pratama hari Senin 25 Maret 2019, namun pada hari itu kondisi kantor sedang sibuk dan sangat memerlukan saya untuk tetap berada di kantor, jadi saya membatalkan dan saya undur untuk keesokan harinya. Sampai Senin sore kartu NPWP belum tiba di alamat saya, tapi saya akan tetap berangkat esok hari jika tidak ada halangan, dan saya yakin meskipun belum dapat kartu NPWP, laporan yang saya sampaikan tetap dapat diterima, karena yang penting saya sudah punya NPWP.

Hari Selasa saya tiba di KPP Pratama sekitar pukul 10.00 WIB. Di dalam setelah pintu masuk ada petugas security perempuan dan mesin antrian. Pertama kali ke sini pasti bingung, jadi saya tanya aja ke security sambil menyerahkan print SPT yang saya bawa. Security memberikan saya nomor antrian dan satu formulir yang diisi.

Formulir yang harus diisi adalah formulir aktivasi EFIN. Bagian yang perlu diisi adalah NPWP, Nama, Tempat Tanggal Lahir, Warga Negara, NIK, telepon selular, email, dan tanda tangan. Sisanya biarkan saja. Selesai mengisi formulir tinggal menunggu di ruangan yang berada di dekat tangga yang terdapat cukup banyak counter pelayanan. Ada sekitar belasan counter di lantai dasar ini, dan masih ada counter tambahan di lantai atas yang disediakan KPP Pratama untuk melayani banyaknya orang yang ingin menyampaikan laporan SPT.

Fotokopi KTP dan kartu NPWP juga dibutuhkan di sini, namun karena saya belum punya kartu NPWP yang saya fotokopi hanya KTP saja. Fotokopi disediakan gratis di sini, tinggal serahkan kepada petugas yang menangani fotokopi, dan KTP akan dikembalikan setelah difotokopi.

Nomor antrian saya Validasi 387. Butuh waktu sekitar 20 menit menunggu hingga akhirnya saya dipanggil, saya dapat counter di lantai dasar dilayani oleh pegawai pajak yang ramah. Petugas menanyakan NPWP, saya bilang bahwa saya baru daftar hari Jum’at, sudah dapat NPWP tapi kiriman kartu NPWP masih belum sampai. Petugas lalu memastikan data formulir EFIN yang sudah saya isi sudah benar atau tidak, setelah saya pastikan benar, petugas mencetak tanda terima EFIN dan menyerahkannya kepada saya berikut satu lembar brosur Efiling.

Petugas menyampaikan bahwa proses validasi sudah selesai, tinggal melanjutkan proses mengisi Efiling yang dapat diisi sendiri di rumah atau diisi di sini. Sebenarnya bisa aja saya memilih mengisi sendiri di rumah melalui website atau aplikasi, karena brosur Efiling yang saya terima isinya informatif dan lengkap panduannya. Namun karena saya sudah berada di KPP Pratama dan ingin tahu ada apa lagi di sini, saya putuskan untuk mengisi di KPP Pratama, dan juga karena apabila ada kendala, maka akan dapat ditangani langsung oleh petugas.

Untuk mengisi Efiling di KPP Pratama harus naik ke lantai 2. Daftar manual lagi untuk mendapat antrian, dan saya mendapat antrian Efiling 181. Setelah itu saya langsung masuk ke ruangan Efiling yang hawanya dingin banget karena AC (berbeda dengan lantai dasar :D). Di ruangan ini ada banyak petugas pajak beserta komputer untuk mengisi Efiling, ada sekitar 10-an kurang lebih. Saya menunggu sekitar 10 menit untuk dipanggil.

Saya disambut dengan petugas pajak yang ramah, dan kali ini saya mengisi Efiling dengan menggunakan website pada komputer dan dipandu oleh petugas. Karena dipandu pasti gampang banget, yang belum terbiasa menggunakan komputer juga saya yakin akan bisa mengisinya. Dengan panduan dari petugas diharapkan semua wajib pajak yang sudah mendapat EFIN dapat mengisi sendiri Efilingnya tahun depan dan tidak perlu datang ke KPP lagi.

Namun ada satu kendala ketika saya mengisi Efiling di sini, yaitu status SPT tidak nihil, dan ada bagian yang angkanya tidak sama antara PPh 21 atas penghasilan kena pajak setahun (atau bagian yang sejenisnya) di print SPT yang saya dapat di kantor dengan web Pajak. Petugas pajak menyatakan bahwa hal ini disebabkan kantor saya pasti masih memakai program pajak yang lama jadi hasilnya beda dan kena lebih mahal. Oleh petugas diotak-atik inputannya sehingga nominalnya menjadi lebih murah dan status SPT menjadi nihil.

Proses di ruangan Efiling ini selesai dalam waktu 10 menit. Mudah-mudahan saya bisa mengisi sendiri Efiling ini tahun depan secara mandiri. Kalau dari sisi saya secara umum mudah, namun ada bagian yang agak ribet kalau nanti mengisi sendiri tanpa dipandu, yaitu ketika mengisi bagian perhitungan pajak dan komponennya. Hal yang saya ingat tujuan akhir ketika mengisi Efiling adalah supaya status SPT harus 0 atau nihil.  Yah kalau lupa dan bingung itu urusan nanti, insya Allah gampang, ada mesin pencari Google yang handal dalam mencari informasi panduan mengisi Efiling dalam bentuk web, blog, maupun video nanti 🙂

Untuk program pajak, saya akan sampaikan kepada sekretaris kantor supaya program pajak yang digunakan di kantor nanti adalah versi terbaru supaya tidak ada perbedaan dalam perhitungan pajak.

N. Penutup

Untuk pembuatan NPWP Online sudah bagus, mudah, dan cepat. Namun untuk pengiriman kartu NPWP ke alamat tempat tinggal belum dapat saya komentari cepat atau lambatnya karena sampai sekarang masih belum tiba juga. Kalau sampai tanggal 22 April 2019 belum tiba juga, mungkin saya akan ke KPP Pratama lagi untuk menanyakan hal ini.

Sedangkan untuk pelayanan KPP Pratama Pondok Aren secara umum sudah bagus, ramah, dan cukup cepat. Good Job, KPP Pratama! Kekurangannya cuma di bagian awal saja yaitu minim informasi pada pintu masuk, satu seorang security pasti kewalahan melayani banyak orang. Mungkin perlu ditambah orang lagi untuk membantu masyarakat dalam mengelola antrian, atau informasi antriannya jelas tersebar di dekat pintu masuk KPP Pratama. Intinya supaya orang yang baru pertama kali datang tidak kebingungan.  Semoga KPP Pramata yang sudah baik ini dapat lebih baik lagi dalam melayani masyarakat.

Yusuf KS.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: