Catatan Seputar Penetapan Hilal Syawwal 1440 H

Berdasarkan berita dari ArabNews, Arab Saudi merayakan hari Idul Fithri 1440 H pada hari Selasa 4 Juni 2019 dengan landasan ru’yah telah terlihat di sebagian tempat di Arab Saudi. Keputusan resmi Arab Saudi ini diikuti oleh mayoritas negara Arab di Timur Tengah dan beberapa negara Eropa.

Bagi yang mengikuti dan tertarik mengenai ru’yah dan hisab hilal, umumnya sudah mengetahui bahwa keputusan Arab Saudi dalam penetapan Idul Fithri 1440 H ini kontroversial, klaim ru’yah yang sudah diterima oleh hakim Arab Saudi tersebut bertentangan dengan perhitungan (hisab) astronomis bahwa di Arab Saudi pada Senin malam 3 Juni 2019 tidak mungkin dapat melihat hilal di bawah ketinggian 1 derajat.

Dari sisi hisab astronomis, kemungkinan hilal dapat dilihat pada Senin malam 3 Juni 2019 hanya dapat terjadi di wilayah Amerika seperti Florida.

 

1440shw_6-3-2019

Lantas benda langit apakah yang dilihat di Arab Saudi? Bisa apa saja, yang jelas bukan bulan baru berdasarkan hisab astronomi. Klaim ru’yah di Arab Saudi untuk awal bulan Syawwal 1440 H ini bertentangan dengan science. Namun dari sisi syari’ah penetapan Syawwal 1440 H di Arab Saudi berdasarkan klaim ru’yah tersebut yang sudah diterima oleh hakim adalah sah. Rakyat Arab Saudi sah berlebaran Idul Fithri 1440 H pada tanggal 4 Juni 2019. Segala kesalahan menjadi tanggung jawab orang yang mengaku melihat hilal dan hakim yang menerima kesaksiannya.

Keputusan Arab Saudi ini tentu mempengaruhi sebagian negara dan komunitas Muslim lainnya, terutama yang berpegang pada pendapat ru’yah global (satu ru’yah untuk semua negeri). Bagi yang berpendapat dengan ru’yah global, maka secara otomatis akan mengikuti keputusan Arab Saudi dan ikut berlebaran Idul Fithri 4 Juni 2019. Namun bagi yang berpegang dengan pendapat ru’yah global dan memiliki sedikit banyak pengetahuan mengenai hisab astronomi, pasti akan mengalami kebingungan dan galau: Di satu sisi Arab Saudi sudah menetapkan awal Syawwal 1440 H berdasarkan ru’yah dan sah secara syariat jadi sebaiknya diikuti oleh yang berpendapat ru’yah global, di sisi lain keputusan Arab Saudi itu adalah salah dan bertentangan dengan science. Jadi haruskah diikuti yang salah tersebut walaupun sah secara syariat, atau tidak mengikuti Arab Saudi karena berpegang pada kebenaran?

Bagi yang memutuskan berpegang teguh pada ru’yah global dan harus sesuai dengan science, harapan untuk Idul Fithri 1440 jatuh pada 4 Juni 2019 hanya tinggal pada laporan hilal dapat dilihat pada wilayah Amerika seperti di Florida. Hanya saja apakah ada banyak komunitas yang akan mencari hilal di Amerika karena secara umum kaum Muslimin di Amerika berpegang pada hisab astronomi dengan perhitungan Fiqh Council of North America (FCNA) dan Islamic Society of North America (ISNA)? Dan kalaupun ada yang berusaha mencari hilal, ada kabar dari sumber yang valid bahwa di wilayah tersebut ternyata kondisi cuacanya tidak memungkinkan untuk dapat melihat hilal. CMIIW. Dengan ini harapan Idul Fithri 1440 H 4 Juni 2019 bagi ru’yah global sudah hilang.

Walaupun begitu 1 Syawwal 1440 H pada 4 Juni 2019 di Arab Saudi sudah menjadi fakta dan menjadi data historis, apalagi bukan hanya kriteria Arab Saudi saja yang memutuskan tanggal yang sama. Berikut ini beberapa landasan penetapan 1 Syawwal 1440 H jatuh pada 4 Juni 2019 :

  1. Ru’yah lokal di Arab Saudi yang walaupun kontroversial namun sah dari sisi syariat.
    Ini tentu terjadi di Arab Saudi.
  2. Ru’yah global berdasarkan ru’yah Arab Saudi.
    Ini dipegang oleh banyak negara Timur Tengah dan beberapa negara Eropa.
  3. Hisab Astronomi kriteria Turki
  4. Hisab Astronomi kriteria Amerika dan Kanada, yaitu Fiqh Council of North America (FCNA) dan Islamic Society of North America (ISNA)

Sedangkan yang berpendapat Idul Fithri 1440 H jatuh pada 5 Juni 2019, landasannya adalah sebagai berikut:

  1. Ru’yah lokal di masing-masing negeri pada tanggal 3 Juni 2019 dan tidak melihat hilal, sehingga bulan Ramadhan digenapkan menjadi 30 hari dan Idul Fithri otomatis menjadi tanggal 5 Juni 2019.
    Ini dilakukan oleh cukup banyak negara Asia termasuk negara kita Indonesia, tetangga kita Malaysia dan Singapura, juga ada Pakistan, dll.
  2. Ru’yah global dengan memperhitungkan hisab astronomi sebagai bukti valid science, karena tidak ada yang berhasil melihat hilal di belahan dunia manapun pada tanggal 3 Juni 2019 , maka bulan Ramadhan digenapkan menjadi 30 hari dan Idul Fithri otomatis menjadi tanggal 5 Juni 2019.
  3. Hisab astronomi lokal, jika sudah wujud hilal pada suatu wilayah lokal, maka itu sudah menjadi tanggal baru. Pada sore hari tanggal 3 Juni 2019 hilal belum wujud, maka bulan Ramadhan digenapkan menjadi 30 hari dan Idul Fithri otomatis menjadi tanggal 5 Juni 2019. Ini dipegang dan dijalankan oleh Muhammadiyah di Indonesia.

Umat Islam berhari raya  bersamaan di seluruh dunia?

Bagi kalangan yang berharap bahwa umat Islam dapat memiliki hari raya yang bersamaan di seluruh dunia, melihat fakta yang terjadi sampai saat ini di tahun 2019 sepertinya masih jauh dari harapan.

Pihak yang berpegang teguh dengan ru’yah murni masih kukuh pada pendapatnya, dan sangat membenci hisab bahkan menganggap penentuan hilal dengan hisab adalah tidak syar’i. Sedangkan pihak yang berpegang teguh dengan hisab murni juga masih kukuh pada pendapatnya, di satu sisi sangat yakin dengan perhitungan astronominya, namun di satu sisi lain beranggapan ru’yah sudah tidak perlu dilakukan apalagi ru’yah yang menghabiskan banyak dana.

Padahal kalau ru’yah dan hisab ini dipadukan, maka ini bisa menjadi kombinasi yang sangat kuat dan valid, dengan menggabungkan kriteria global yang tepat. Sehingga klaim ru’yah tidak bisa dianggap valid jika bertentangan dengan hisab astronomi, dan hisab astronomi pun dapat dibuktikan kebenarannya dengan pembuktian pada saat ru’yah.

Apakah ini dapat terwujud? Arab Saudi sebagai negara poros ummat Islam kriteria penetapan hilal-nya saja masih belum ada perubahan, bahkan cukup sering terjadi blunder dalam penetapan hilal seperti pada saat 4 Juni 2019 ini dan juga pernah terjadi sebelumnya sekitar 7 tahun yang lalu. Pemimpin negeri lain puas dengan kriterianya sendiri dan belum ada upaya meyakinkan untuk penyatuan kriteria hilal secara global. Ditambah ada faktor politis dan kepentingan yang menyebabkan keadaan berbeda ini akan terus terjadi. Sampai kapan? Wallahu a’lam.

Selamat Idul Fithri 1440 H untuk Anda semua, tanggal berapapun Anda merayakannya, entah tanggal 4 Juni 2019 atau 5 Juni 2019, yang penting gunakan waktu Idul Fithri ini untuk mempererat silaturahmi keluarga kita 🙂

Taqabbalallahu minna wa minkum!
Semoga kita semua dapat menjadi orang yang senantiasa bertakwa.

4 Juni 2019
Yusuf KS (Lebaran 5 Juni 2019).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: