Intermezo Kisah Program Hamil

Sebelum melanjutkan tulisan ke bagian selanjutnya, saya mau menulis bagian selingan tentang apa saja yang telah kami lakukan dan usahakan supaya istri hamil selain konsultasi dengan dr. Angga dan dr. Agus yang sudah saya ceritakan sebelumnya.

Berbagai Saran
Banyak sekali orang yang mau memberi saran dan rekomendasi supaya kami dapat hamil, ada yang tulus mau bantu, ada yang sok tahu, dan ada juga yang songong dan kasar seperti mengucapkan, “Mau gw ajarin **sensor** engga?” Kasar dan songong banget! Contoh lain yang songong adalah ada yang langsung nyuruh bayi tabung padahal dia sama sekali ga tahu tentang kami dan apa yang sudah dan sedang kami usahakan, plus dia juga cuma bisa nyuruh aja :(. Mending kalau dia mau bantuin biayanya secara penuh, lah ini cuma bisa nyuruh sekaligus sengaja membuat down istri.

Saran-saran yang bukan berasal dari ahlinya maupun saran songong dan kasar tentu tidak usah dipikirin. Buang aja ke laut sekalian sama orang yang ngucapinnya. Saran-saran yang perlu didengar dan dicoba adalah saran tulus yang berasal dari orangtua, keluarga, dan teman-teman dekat kami.

Berikut ini beberapa saran yang pernah kami coba:

I. Madu
Saudara ipar saya yang sudah lebih dulu punya anak menceritakan bahwa dia dan istri mengkonsumsi madu kesuburan untuk suami dan istri ketika merencanakan kehamilan. Saya dan istri pun mencoba mengkonsumsi madu kesuburan merk yang sama untuk kami berdua, istri mengkonsumsi madu bagiannya sampai habis, sedangkan saya sendiri tidak cocok dengan madu tersebut, bukannya membuat saya semangat, malah membuat saya pusing setelah mengkonsumsinya. Akhirnya saya tidak melanjutkan konsumsi madu ini, dan tidak mau mencoba cara ini lagi. Hanya mencoba satu bulan saja di tahun 2016.

Ada teman lain yang merekomendasi madu kesuburan saya dan menjamin tokcer bahkan langsung “bangun” begitu mengkonsumsinya, namun saya tidak percaya dan saya tolak dengan baik bahwa saya sudah pernah mencoba madu dan tidak cocok. Madu termasuk herbal alami yang baik, namun tidak semua orang cocok dengan madu, contohnya saya sendiri :D.

II. Habbatus Sauda
Obat herbal ini sering disebut sebagai cara untuk dapat hamil, teman dekat saya ada juga yang mengkonsumsi ini. Info dan kesaksian yang berhasil juga tersebar banyak di internet, bahkan dr. Suryo Prabowo dari Pekanbaru sangat merekomendasi herbal ini untuk program hamil.

Namun setelah kami mencobanya ternyata ada efek samping, yaitu setelah memakan obat herbal ini akan sering mengeluarkan sendawa dengan aroma habbatussauda yang relatif tidak enak. Saya dan istri tidak kuat dengan efek samping ini, sangat buruk jika bertemu dengan orang lain lalu bersendawa dengan aroma tidak enak. Oleh karena itu kami tidak melanjutkan mengkonsumsi Habbatussauda ini.

Mungkin sebagian orang ada yang cocok dan berhasil hamil dengan Habbatussauda, tapi kami termasuk yang tidak cocok.

III. Pijat Hamil + Jamu Hamil
Saya termasuk orang yang rutin dipijat badan sebulan sekali oleh orang yang sangat ahli dalam dunia perpijatan. Orang ini sudah dekat dengan kami dan mengetahui tentang kondisi kami, lalu beliau merokemendasikan kami berdua untuk datang ke orang lain yang diklaim ahli dalam pijat kehamilan. Kami mau mencobanya, lalu pada suatu waktu di tahun 2017 kami dibawa ke tempatnya. Saya diurut, namun setelah diurut sakit dan ada bekas biru, menurut saya pribadi urutannya tidak enak, orang yang biasa memijat saya jauh lebih baik daripada yang ahli pijat kehamilan ini.

Istri saya juga diurut dan dibilang bahwa rahim istri lengket banget. “Gimana sperma bisa masuk rahim kalau lengket begini? Tenang, saya dan ibu bisa memperbaikinya.” Dalam hati saya berkata, “Lengket? Selama ini kami program ke dr. Angga dan dicek USG, tapi beliau bilang ga ada masalah apapun pada rahim, apalagi bilang rahim lengket.” Tapi saya biarkan usaha cara ini diteruskan. Namanya juga ikhtiar.

Istri saya diurut oleh dia dan ibunya secara bergantian, istri saya terlihat sangat kesakitan, dan ketika sudah selesai mereka berdua bilang bahwa rahimnya sudah tidak lengket lagi. Lalu mereka merekomendasikan kami berdua untuk minum jamu hamil racikan rahasia mereka sendiri dengan harga Rp300.000,- Ada satu jenis jamu yang diminum untuk suami, dan dua jenis jamu yang diminum untuk istri. Walau saya termasuk tidak pro dengan jamu, namun saya mau membeli jamu ini untuk melihat seperti apa jamu dan kualitasnya nanti.

Masing-masing jamu disimpan dalam botol 1 liter. Saya mencoba meminumnya dan sangat pahit. Beberapa kali mencoba, saya tidak mau melanjutkan. Sedangkan istri saya hebat banget bisa rutin minum jamu ini hingga akhirnya jamu bagiannya habis.

Setelah konsumsi jamu, istri saya rutin sebulan sekali diurut oleh pengurut hamil ini sampai pada suatu ketika istri belum haid, siklus lebih lama dari biasanya, ditest pack masih negatif, tapi masih berharap sedang hamil. Ahli pijat hamil ini memegang perut istri, lalu mengatakan bahwa istri saya sedang hamil, karena posisinya di sebelah kanan, kemungkinan besar laki-laki. Wow amazing! Kami hanya bisa mengamini dan berharap saja. Setiap sepekan sekali kami test pack, tapi hasilnya tetap negatif hingga akhirnya di bulan April 2017 istri haid di hari ke-57.

Saat kami konsultasi ke dr. Angga, beliau mengatakan siklus haid istri masih tidak teratur apalagi sudah tidak mengkonsumi Cyclo, jadi wajar jika siklus haid kembali menjadi panjang dan test pack berkali-kali tetap negatif.

Wah…semenjak saat itu kami sudah tidak percaya lagi dengan tukang urut kehamilan tersebut. Terkadang istri ingin diurut oleh orang yang sama, saya tetap mengizinkan namun saya sudah tidak mempedulikan omongannya lagi. “Semakin lama urutannya semakin tidak enak”, kata istri. Berangsur-angsur istri mulai jarang diurut olehnya hingga akhirnya pindah ke tukang urut perempuan lain yang tanpa ada embel-embel urut kehamilan.

Ini adalah pendapat berdasarkan pengalaman pribadi kami saja. Mungkin saja ada orang lain yang sering dipijat oleh mereka dan mencoba minum jamu hamil, lalu berhasil. Namun bagi kami itu semua hanya non-sense dan tidak akan mau mencoba yang seperti ini lagi, karena ada lagi orang lain yang menawarkan totok punggung untuk hamil, tapi kami tidak mau mencobanya dan tidak berminat sedikitpun.

IV. Susu Beruang
Ibu saya pernah bercerita di suatu waktu di tahun 2017, bahwa ada tetangga yang mengatakan teman saudaranya ada yang berhasil hamil dengan minum susu beruang. Tetangga ini merekomendasikan supaya minum susu beruang juga untuk cepat hamil. Ibu saya menanggapi dengan mengatakan, “Terima kasih atas sarannya, namun anak saya dan istrinya masih melakukan program hamil di dokter kandungan.”

Saya memuji jawaban ibu. Saya lalu berkomentar bahwa teman saudara tetangga itu “sanad”nya ga jelas, buktikan dulu dengan mempertemukan teman tersebut untuk bercerita langsung dengan saya, kalau memang benar dengan minum susu beruang istrinya hamil berdasarkan pengakuannya, baru saya bisa memutuskan ikut mencoba minum susu beruang.

V. Rekreasi
Cukup banyak orang yang menyarankan supaya kami berdua refreshing piknik, program hamil bagus, tapi jangan lupa refreshing dan jalan-jalan. Di antara yang menyarankan ini ada ustadz, teman, dan juga ada drg. Boy Muhammad, dokter gigi favorit kami. Alasannya adalah refreshing dan traveling supaya tidak stres, sehingga pada saat jalan-jalan dan setelahnya nanti akan lebih lepas dan semangat.

Saran ini kami terima. Terus terang saya dan istri ketika masih single sama-sama hobi traveling. Setelah menikah kami bulan madu di Lombok, Desember 2015. Tahun 2016 pulang kampung ke tempat istri dan juga sempat traveling ke Pulau Harapan. Sedangkan tahun 2017 sama sekali belum sempat jalan-jalan lagi…..cambuk ini….tahun 2018 harus jalan-jalan minimal sekali, dan lebih banyak lebih baik.

Ikhtiar yang Kami Pilih dan Lakukan
Oke, setelah membahas apa yang sudah disarankan oleh keluarga dan teman, sudah mencoba melakukan apa yang disarankan namun gagal dan tidak mau mencobanya lagi, sekarang saatnya membahas apa yang sedang dan sudah kami lakukan dengan senang hati secara rutin sebagai bentuk ikhtiar mendapatkan keturunan.

I. Buah-buahan
Sebelum menikah saya sering mengkonsumsi jus tomat. Kebiasaan ini terus berlangsung setelah saya menikah. Tidak setiap hari minum jus tomat, tapi intensitasnya sering. Saya biasa minum pada saat menjelang/setelah maghrib, atau pada malam hari. Kebiasaan ini menular pada istri saya sejak bulan November 2018 sampai sekarang. Istri biasa meminum jus tomat pada pagi hari, bahkan istri menambah konsumsi alpukat.

Selain tomat, saya juga mengkonsumsi pisang. Tapi intensitas makan pisang saya setelah menikah tidak sesering ketika saya belum menikah. Ketika belum menikah, saya sarapan pisang hampir tiap hari. Ketika sudah menikah, saya makan pisang kalau lagi ingin atau ketika ada pisang saja 🙂

II. Susu Persiapan Hamil
Saya menyarankan susu persiapan hamil seperti Prenagen Esensis untuk istri. Pada awalnya sih istri rajin meminum susu ini, setiap bulan biasa saya belikan minimal satu yang 400 gram. namun lama-lama istri jadi malas minum, meskipun saya sudah beli dan sudah sering mengingatkannya.

III. Program ke Dokter Kandungan
Ini adalah ikhtiar utama kami dalam mendapatkan keturunan. Kami rajin konsultasi ke dokter Angga, lalu akhirnya pindah ke dokter Agus.

Sebagian teman yang mengetahui saya sedang program hamil ke dokter ada yang menganggap saya terburu-buru dan sangat ngebet pengen punya anak. Mereka menyuruh saya supaya pasrah saja karena rezeki semua sudah diatur oleh Allah. Lalu ada yang membuat analogi : Ada dua orang yang sama-sama berdagang di tempat yang berdekatan, barangnya sama, tapi rezeki dua orang tersebut berbeda. Tiap orang memiliki jatah rezeki sesuai yang diberikan oleh Allah, dan itu tidak bisa diketahui.

Saya menjawab: Memang benar rezeki itu hak pregoratif Allah SWT, Allah memberi rizki kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Namun sebagai hamba Allah, kita harus berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan sesuatu dengan cara yang terbaik, sambil tetap berdoa kepada Allah. Pasrah sebelum berusaha maksimal itu gimana yaa….ikhtiar kurang namun pengharapan banyak. Menyerah sebelum berjuang.

Demikian jawaban saya. Dan kami sendiri dengan usaha yang sudah kami lakukan sampai saat ini tetap saja kami mengetahui ada orang lain yang sudah pernah berusaha lebih gigih dan lebih banyak perjuangan daripada kami dan mereka berhasil. Contohnya adalah mbak Poppy Fe Hanan, dan di kalangan seleb ada contoh seperti mbak Hanum Rais dkk. Mereka secara ga langsung memberi semangat pada kami supaya kami terus berjuang semaksimal mungkin untuk berikhtiar, dan apa yang sudah kami lakukan ga ada apa-apanya dibandingkan dengan perjuangan mereka.

IV. Suplemen
Meminum suplemen sesuai dengan yang diresepkan oleh dokter kandungan kami 🙂

V. Amalan
Yang dimaksud dengan amalan di sini adalah amalan sunnah, karena kalau amalan wajib seperti shalat 5 waktu dan puasa Ramadhan yaa memang wajib dan kudu dikerjakan.

Amalan pertama yang rutin saya lakukan untuk bertawassul kepada Allah adalah shadaqah. Terus terang shadaqah saya ga banyak, namun saya usahakan sebisa mungkin untuk rutin dan konsisten memberi shadaqah kepada fakir miskin. Setiap kali saya bershadaqah kepada fakir miskin, saya selalu minta didoakan, minta didoakan supaya dapat anak, maupun doa kebaikan secara umum. Kita engga tahu dari doa siapa yang akan dikabulkan oleh Allah, jadi saya selalu minta didoakan oleh orang lain, termasuk kepada fakir miskin/ anak yatim.

Amalan kedua yang rutin kami lakukan adalah membaca surat Maryam ayat 1-15. Saking sering membaca, saya sampai hafal dan jadi selalu membacanya pada raka’at pertama shalat Isya berjamaah dengan istri. Amalan ini saya sudah tahu secara sekilas dalam sebagian ta’lim saya, namun saya jadi semangat dan tertarik mengamalkan amalan ini setelah dr. Suryo menyarankan supaya rajin membaca surat Maryam supaya mendapat keturunan.

Surat Maryam [19] ayat 1-15 ini isinya memang dahsyat, yaitu mengisahkan Nabi Zakaria yang belum punya anak lama banget sampai beliau tua, dan istrinya juga sudah tua dan dianggap mandul. Nabi Zakaria berdoa kepada Allah supaya mendapat anak, dan pada akhirnya lahirlah anak yang bernama Yahya. Yahya ini merupakan anak yang shalih, mempunyai hikmah, memiliki rasa kasih sayang kepada sesama, bertakwa, berbakti kepada orangtua, tidak sombong dan tidak pula durhaka. [Dan pada saat dewasa nanti Yahya juga akan diangkat menjadi Nabi, sebagaimana ayahnya].

Mantap banget kan? Oleh karena itu dengan kemuliaan Al-Qur’an firman Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril, kami membaca surat Maryam sekaligus berdoa kepada Allah supaya kami mendapatkan anak yang shalih, berbakti kepada orang tua, berakhlak mulia, tidak sombong dan tidak durhaka, sebagaimana doa Zakaria. Aamiin.

VI. Doa
Doa adalah kunci orang beriman. Berusaha tanpa berdoa adalah sombong. Jadi sebagai orang yang mengaku beriman, selain berusaha dengan maksimal, kita jangan sampai melupakan doa. Teruslah berdoa, karena Allah SWT yang pada akhirnya menentukan.

Doa yang biasa kami panjatkan kepada Allah SWT adalah :

  1. Doa Nabi Ibrahim

    رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

    ((( Wahai Tuhanku, anugerahkanlah bagiku (seorang anak) yang termasuk orang shalih. [ Ash-Shaffat (37): 100]

  2. Doa Nabi Zakaria

    رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ

    (((Ya Allah, anugrahkanlah aku keturunan yang baik dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau MahaMemperkenankan Doa [Ali Imran (3): 38] )))

  3. Qurrata A’yun

    رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

    ((( Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa [Al-Furqan (25): 74] )))

  4. Doa memohon mendapat keturunan yang lebih spesifik dengan bahasa Indonesia

Selain itu kami selalu meminta didoakan oleh banyak orang supaya mendapat keturunan, terutama oleh orangtua kami, lalu guru-guru kami, orang-orang yang kami hormati, juga oleh saudara, teman, maupun fakir miskin dan anak yatim, dan lain-lain. Jangan ragu untuk minta didoakan oleh orang lain, saling mendoakanlah, karena kita tidak tahu doa siapa yang lebih cepat dikabulkan oleh Allah SWT.

Dan kepada siapapun yang membaca blog ini, doakan kami juga yaaa 🙂

Tanggal Selesai Penulisan 30 Desember 2018
Tanggal Publikasi di Blog 5 Oktober 2019

 

One response to this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: