Program Hamil Mandiri

Setelah membahas beberapa intermezo, saatnya melanjutkan cerita tentang program hamil kami. Hasil program hamil kedua kami dengan dr. Agus gagal di hari ke-47, 17 November 2018, istri mendapat haid, qadarullah. Kami berdua bersedih dan kecewa atas kejadian ini, imbas kesedihan dan kekecewaan secara alamiah muncul dalam berbagai macam bentuk, namun kami harus berusaha untuk senantiasa bersabar dan tidak boleh terlalu lama larut dalam kesedihan dan kekecewaan.

Hari Selasa tanggal 20 November 2018 adalah hari libur, maka tanggal 19 November adalah hari kejepit nasional. Saya jadi teringat istri saya yang sejak beberapa bulan lalu meminta izin kepada saya untuk pulang kampung halamannya supaya dapat bertemu ibu dan saudara di kampung. Lebaran tahun 2018 ini istri tidak pulang kampung karena libur lebaran kami gunakan untuk jalan-jalan ke Pulau Harapan. Oleh karena itu saya menawarkan istri saya apakah dia mau pulang kampung saat ini? Istri dengan senang hati mau pulang ke kampung halamannya untuk beberapa hari.

Sudah saatnya istri jalan-jalan lagi supaya tidak stress dan jenuh, bisa silaturahmi, curhat, dan melepas kangen pada ibu dan saudara lainnya di kampung. Semoga pada saat kembali dari kampung halaman, istri sudah lebih fresh dan semangat lagi.

Setelah istri kembali dari kampung halamannya, istri kembali mengkonsumsi Femara sehari sekali selama 5 hari. Kami berhubungan badan di masa perkiraan subur istri. Menentukan masa subur istri saya termasuk sulit karena istri saya haid tidak teratur jadi tidak bisa memperkirakan dengan cara biasa (haidh yang teratur), apalagi saat ini kami sedang mencoba program mandiri yang tidak ada bantuan dokter dalam memperkirakan masa subur istri, karena jika konsultasi dokter pasti akan langsung dicek sel telur istri, lalu diperkirakan kapan waktu tepat untuk berhubungan badan. Kami tidak tahu masa subur yang paling akurat, namun kami hanya bisa memperkirakan, berusaha, dan berdoa saja, semoga kami berhubungan badan benar-benar di saat masa subur istri, sehingga kemungkinan hamilnya lebih besar.

Tanggal 20 Desember 2018 adalah anniversary pernikahan kami yang ketiga. Istri ingin makan pizza yang enak, oleh karena itu saya mengajak istri saya ke Pizza Marzano sekaligus merayakan anniversary kami. Ini adalah kado untuk kami berdua, dan kami berharap semoga kami mendapat kado yang terbaik dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala berupa anak yang shalih/ah. Sampai tanggal tersebut, istri sudah telat haidh tapi belum diTP. Saya meminta istri saya untuk diTP pada hari Ahad pagi saja, tanggal 23 Desember 2018.

Tanggal 22 Desember 2018, istri saya terjatuh saat membersihkan pajangan di ruang tamu. Walau terjatuh, namun istri masih dalam posisi berdiri, tidak jatuh terjerembab maupun terlentang, dan tidak terluka.Walau begitu, saya khawatir dan tambah harap-harap cemas karena esok harinya adalah waktunya TP.

Ahad 23 Desember 2018, setelah kami shalat Shubuh, saya berbaring dan berharap dapat tidur lagi selama 1-2 jam. Istri saya melakukan TP, dan saya mendengar istri mengucapkan pujian kepada Allah SWT, alhamdulillah yaa Allah! Istri memanggil, sayapun langsung menghampirnya dan menanyakan ada apa. “Alhamdulillah dua garis.”, jawab istri dengan perasaan senang hati dan air mata kebahagiaan mengalir dari matanya.

Saya langsung sujud syukur, bersyukur kepada Allah atas karunia ini. Setelah itupun kami masih terus mengucapkan pujian kepada Allah SWT dengan perasaan senang yang tidak dapat kami deskripsikan dengan kata-kata, pokoknya sangat senang. Alhamdulillah Allah SWT memberi kami berdua kado terindah di waktu anniversary kami setelah penantian 3 tahun.

Terima kasih yaa Allah atas karuniamu ini. Apapun jenis kelaminnya, laki-laki atau perempuan, kami sangat berterima kasih dan bersyukur, kami berjanji akan mengasuh, merawat, dan mendidik dengan usaha kami yang terbaik, semoga sehat normal dalam fisik dan mental, dan semoga dapat menjadi anak shalih/ah dan berakhlak mulia.

Cerita Program Hamil Tamat
(Berlanjut ke kisah kehamilan sampai kelahiran)
Tanggal Selesai Penulisan 29 Januari 2019
Tanggal Publikasi di Blog 9 Oktober 2019

One response to this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: