Kontrol Kehamilan Trimester II

Kontrol Kehamilan keempat

Seminggu sebelum jadwal kontrol kehamilan di bulan Maret 2019, istri melakukan tes laboratorium berupa tes darah lengkap, tes urin, dan HbsAg (Hepatitis). Pada saat kontrol kehamilan trimester II, kami menyerahkan hasil labnya kepada dokter Angga. Alhamdulillah secara umum hasilnya bagus, urin cukup bagus, HbsAg negatif, dan hasil tes darah semuanya normal kecuali sel darah merah yang nilainya masih kurang (9.3). Benar kata dr. Angga, hasil tes darah sebelum hamil dan setelah hamil dapat berubah karena berbagai macam faktor. Untuk menambah jumlah sel darah merah ini istri diresepkan suplemen Hemobion.

Pada saat USG, alhamdulillah semuanya normal dan tidak ada kelainan. Pada USG bulan ke-4 ini dokter Angga mengobservasi bayi ini dan memperkirakan jenis kelaminnya adalah laki-laki karena sudah kelihatan penisnya walau masih terlihat kecil. Namun dokter Angga bilang bulan depan akan dipastikan lagi jenis kelaminnya. Semoga observasi dokter Angga ini tepat, karena untuk yang pertama ini kami memang menginginkan anak laki-laki 🙂

Kami sempat mengobrol tentang masalah jenis kelamin apakah bisa berubah? Misalnya sekarang perempuan, lalu bulan depan menjadi laki-laki?

Dokter Angga menjawab sejak awal bayi sudah memiliki jenis kelamin dengan membawa gen X atau Y dari sperma, jadi tidak ada istilah jenis kelaminnya berubah-ubah, tinggal tergantung observasi dokter kandungan saja dalam melihat bayi yang ada di dalam rahim melalui USG. Jenis kelamin mulai bisa terlihat sejak bulan ke-4 atau ke-5.

Setelah USG, istri mengeluhkan sering gatal-gatal di sekitar perut, punggung, dan sekitarnya, dan sudah ada iritasi kulit (terlihat seperti budikan). Dokter melihat iritasi tersebut dan mengatakan bahwa iritasi ini terjadi karena ketika gatal sering digaruk sehingga terjadi iritasi. Penyebab gatal adalah karena kemungkinan jarang ganti celana dalam, atau ketika berkeringat tidak langsung ganti pakaian. Solusinya adalah sering ganti celana dalam atau pakaian ketika sudah lama/berkeringat, dan untuk iritasi kulit istri mendapat resep obat minum Loratadine yang hanya boleh diminum maksimal 5 tablet saja, 1 tablet sehari, sedangkan obat salep tetap menggunakan Caladyn yang sudah dipakai semenjak iritasi ini terjadi pada istri saya.

Utrogestan kini sudah tidak perlu dikonsumsi lagi karena ari-ari sudah terbentuk dengan sempurna, namun kalau masih ada sisa boleh dihabiskan tapi tidak perlu beli baru lagi. Tiga suplemen sebelumnya masih harus dilanjutkan.

Kontrol Kehamilan Kelima

Iritasi kulit pada istri yang terjadi pada bulan sebelumnya, Alhamdulillah sudah lebih baik dan tidak terjadi iritasi lagi. Namun muncul masalah baru yaitu iga kiri istri merasa agak sakit. Pada kontrol kehamilan di bulan April 2019 istri menanyakan tentang masalah ini dan apakah bagian tersebut boleh dikompres hangat?

Dokter Angga menjawab penyebabnya adalah kekurangan kalsium, dan beliau tidak mengizinkan mengkompres hangat pada bagian iga kiri yang lokasinya dekat dengan perut, karena kompres hangat mempengaruhi peredaran darah dan sejenisnya.
“Kalau begitu apakah boleh diurut dok?”
“Boleh, yang ngurut suami kan?”

Hasil USG pada bulan ini adalah semuanya normal, berat badan janin normal, ukuran, tidak ada kelainan, alhamdulillah. Pada USG kali ini juga dokter memastikan jenis kelamin janin, dan ternyata laki-laki, sesuai dengan observasi beliau pada bulan sebelumnya. Alhamdulillah. Observasi dokter Angga memang akurat dan mantap!

Pada kontrol kali ini kami juga membicarakan tentang apakah istri boleh puasa pada bulan Ramadhan yang akan datang sekitar 3 minggu lagi. Dokter mengecek kembali hasil tes lab bulan lalu yang hasilnya sel darah merahnya rendah, lalu mengatakan, “Tiga minggu lagi, hari Sabtu 4 Mei 2019 tes lab pagi atau siang hari, nanti sorenya langsung kontrol kehamilan. Nanti kita lihat perkembangan sel darah merahnya ada peningkatan atau tidak. Jika tidak ada peningkatan atau lebih rendah maka ibu tidak boleh puasa. Tidak puasa seperti sekarang aja masih rendah, bagaimana kalau nanti puasa? Selain mengkonsumsi hemobion, coba konsumsi daging merah, hati, dan lainnya untuk meningkatkan sel darah merahnya.”

Kontrol Kehamilan Keenam
Istri saya selama ini kadang bolong dan malas dalam konsumsi Hemobion, apalagi Cavit D3, meski sudah sering diingatkan tetap saja seperti ini. Namun setelah mengetahui ada kemungkinan tidak boleh puasa jika sel darah merah tetap rendah, pada 3 minggu ini istri rajin mengkonsumsi Hemobion, tapi Cavit D3 tetap kadang bolong. Sedangkan Thrombo Aspilet dan Folamil, dua ini termasuk yang rutin dan tidak lupa dalam mengkonsumsinya sejak awal diresepkan.

Sabtu pagi 4 Mei 2019 istri melakukan tes lab hematologi rutin. Ternyata hasil lab sel darah merahnya masih rendah 9.6, sedangkan yang lain normal. Kami pesimis istri diperbolehkan puasa oleh dokter, saya lalu mengingatkan istri seandainya rekomendasi dokter nanti tidak boleh puasa, maka terima saja dengan lapang dada, lagipula perempuan hamil dalam syariat memang diperbolehkan tidak puasa jika berdasarkan alasan yang kuat dan medis dari dokter kandungan.

Pada saat pemeriksaan USG yang kini sudah mencapai usia kandungan 23 minggu, alhamdulillah semuanya normal, berat badan janin sudah mencapai 575 gram, denyut nadi normal dan agak cepat karena janinnya aktif banget di rahim ibunya, hidung sudah terlihat (mudah-mudahan) mancung, dan tidak ada kelainan, alhamdulillah.

Istri masih mengeluhkan sakit di iga kirinya. Dokter tetap berpendapat bahwa penyebabnya adalah kekurangan kalsium. Setelah mengetahui istri saya kadang bolong minum cavit D3, beliau menambah dosisnya menjadi dua kali sehari untuk resep selanjutnya. Kompres hangat pada bagian iga kiri tetap tidak diperbolehkan karena lokasinya dekat dengan perut, namun jika diurut tidak apa-apa.

Saat dokter Angga mengecek hasil lab hematologi istri, ternyata rekomendasinya tidak seperti yang kami sangka sebelumnya. Beliau berpendapat walau hasil tes lab hematologi yang terakhir ini masih tergolong rendah, namun sudah ada sedikit peningkatan dari hasil tes sebelumnya, 9.3 menjadi 9.6. Oleh karena itu beliau mengizinkan istri saya puasa dengan syarat tetap mengkonsumsi hemobion dan ditambah makanan seperti daging merah, hati, dll.

“Masih ada sekitar tiga bulan lagi supaya sel darah merah istri naik dan menjadi normal yaa, dok. Sebelumnya istri saya kadang bolong dan malas dalam konsumsi Hemobion, namun selama 3 minggu ini istri rutin mengkonsumsinya tidak pernah terlewat satu kalipun. Namun ternyata hasil lab untuk sel darah merah masih rendah. Istri saya juga tidak suka makan hati dok. Bagaimana caranya yaa biar nanti saat persalinan sel darah merah istri menjadi normal?”

“Ada peningkatan kok walau sedikit, jadi hemobionnya bermanfaat. Ibu tidak suka makan hati karena suaminya baik sih :D. Coba konsumsi daging merah, dan semoga saat persalinan sel darahnya naik dan normal.”

Mungkin karena obrolan seperti itu, dokter Angga menambah resep Hemobion menjadi dua kali sehari. Thrombo Aspilet dan Folamil tetap dikonsumsi satu kali saja seperti biasa. Dan karena istri boleh puasa di bulan Ramadhan, untuk melihat perkembangan janin selama puasa, istri disarankan untuk kontol lagi pada tanggal 25 Mei 2019, 3 minggu dari sekarang.

Kontrol Kehamilan Ketujuh
Bulan Ramadhan 1440 H telah tiba saatnya semua orang beriman berpuasa. Puasa seperti ini membuat jadwal makan berantakan, istri saya yang selama hamil ini lebih sering makan maka secara otomatis dibatasi, kini istri makan pada saat buka (ta’jil), setelah tarawih (makan utama), dan makan malam sekitar jam 12 malam atau 1 pagi. Dari sebelumnya kami memang tidak biasa makan utama pada waktu sahur karena dua hal : (1) istri repot kalau bangun pagi dan masak untuk sahur, dan (2) kalaupun bisa masak makanan utama atau beli kami pun tetap tidak bisa makan utama ketika kami baru bangun tidur dan nyawa belum terkumpul semua, nekad makan pun akan membuat mual dan ga bakal habis. Jadinya waktu sahur kami biasa minum saja, dan kalaupun makan hanya makanan ringan saja.

Alhamdulillah walaupun kondisi ketika bulan Ramadhan seperti ini, istri dapat rutin meminum vitamin dan suplemennya, termasuk hemobion 2x sehari. Tanggal 25 Mei 2019 kami kontrol ke dokter Angga, beliau menanyakan tentang pola makan istri selama puasa. Dokter sempat kaget karena istri tidak makan di waktu sahur, namun selanjutnya dokter tidak mempermasalahkan karena tahu istri tetap makan utama di tengah malam (pukul 12 atau 1 dini hari). Kontrol kali ini adalah kontrol pada usia kandungan 26 minggu yang berarti sudah pas 6 bulan.

Pada saat pemeriksaan USG alhamdulillah semuanya normal, berat badan janin sudah mencapai 575 gram, denyut nadi normal, dan tidak ada kelainan, alhamdulillah. Hasil ini membuat kami semakin yakin bahwa puasapun selama nutrisi tetap masuk dengan makan minum maupun mengkonsumsi vitamin dan suplemen, insya Allah janinnya tetap berkembang dengan normal dan sehat.

Resep suplemen dan vitamin masih sama seperti sebelumnya hanya saja resep Cavit D3 kini sudah diganti menjadi Oscifit.

Kontrol berikutnya akan dilakukan pada bulan depan 🙂

Tanggal Selesai Penulisan 31 Mei 2019
Tanggal Publikasi di Blog 31 Oktober 2019

 

Disclaimer: Apabila ada informasi obat, suplemen, dsj pada tulisan program hamil kami, maka itu hanya karena obat itulah yang diresepkan dan kami konsumsi, kami tidak menganjurkan Anda menggunakan obat tanpa resep dan rekomendasi dokter. Obat yang cocok untuk seseorang belum tentu cocok untuk orang lain, tergantung kondisi orang tersebut dan diagnosa dokter.

 

One response to this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: