Terdampar di RSUP Fatmawati

Berhubung usia kehamilan sudah 35 Minggu dan istri harus ditransfusi darah, maka dalam posisi serba cemas, hati tidak tenang dan campur aduk, langkah selanjutnya harus segera diputuskan. Sebenarnya kami punya uang simpanan cukup yang sengaja disiapkan untuk kehamilan normal di RSIA Prima Medika, jika uang ini dipakai  untuk transfusi darah, kami khawatir biaya untuk persalinan nanti akan berkurang dan tidak cukup.

Oleh karena itu kami coba untuk menggunakan BPJS Kesehatan untuk menghemat biaya. Kami minta rujukan ke Klinik Cirendue untuk mencoba transfusi darah di RSIA Buah Hati Ciputat. Tanggal 31 Juli 2019 kami bertemu dengan dr. Ismail dan menceritakan tentang kondisi kehamilan istri. Dr. Ismail pada prinsipnya menyetujui tindakan transfusi darah di RSIA Buah Hati, hanya saja beliau tidak tahu apakah pihak RS masih dapat melayani transfusi darah dengan menggunakan BPJS, karena BPJS menunggak 12 milyar sejak Maret 2019 pada RSIA Buah Hati. Kami disuruh menghubungi bagian rawat inap untuk kelanjutannya.

Begitu ke bagian pendaftaran rawat inap, permohonan rawat inap dan transfusi darah disetujui, namun kamar kelas I penuh semua jadi kamarnya harus turun kelas. Pada ruang unit care istri dites darahnya lagi sambil memesan beberapa kantong darah. Istri sudah sempat diinfus namun belum ditransfusi, ketika ada dokter yang memeriksa hasil tes darah, dokter tersebut malah menyarankan supaya transfusi darah tidak dilakukan di RSIA Buah Hati namun pindah ke RS yang lebih lengkap fasilitasnya yaitu RS Sari Asih Ciputat.


Tiba RS Sari Asih Ciputat sekitar pukul 22.00 WIB, di sini istri kembali dites darah, CTG, dan sejenisnya. Setelah hasil labnya keluar dan dibaca oleh dokter jaga, ternyata dokter jaga kembali menganjurkan supaya istri dirawat di RS yang lebih lengkap fasilitasnya, yaitu RSUP Fatmawati, karena di sana ada banyak stok kantong darah dan juga ada dokter spesialis hematologi. Setelah mengambil surat rujukan dari Sari Asih ke RSUP Fatmawati kami bersiap-siap untuk berangkat ke RSUP Fatmawati.

Terdampar di RSUP Fatmawati
Setelah shalat Isya, beristirahat sebentar dan menyiapkan perlengkapan, kami berangkat tanggal 1 Agustus 2019 dini hari. Tiba di RSUP Fatmawati sekitar pukul 02.00 WIB, di sini kami ruang IGD unit kandungan & kebidangan dan disambut dokter kandungan perempuan yang sedang tugas jaga. Saya masih ingat nama dokter ini, dokter perempuan berhijab yang sayangnya judes banget. Saya ingat bahwa dokter Angga juga praktek di RSUP Fatmawati, saya bertanya secara baik-baik kepada dokter mengenai dokter Angga, dan dijawab dengan ketus, “Harusnya dokter Angga yang jaga malam ini.” Dokter perempuan ini menanyakan banyak pertanyaan dengan ketus kepada kami, kenapa ke sini, blalablabla….Di sini istri kembali dites darahnya, juga CTG, dan USG. Pada saat USG, dokter ini sering nakut-nakutin istri, misalnya bilang air ketuban kurang, gerak janin bayi kurang aktif, air ketuban kurang, dan harus siap tindakan operasi.

Kamar kelas I di sini penuh semuanya yang kosong kelas III, terpaksa saya mengiyakan saja daripada tidak ada kamar sama sekali. Sambil menunggu hasil cek istri dan lain-lain, saya melakukan proses pendaftaran dan administrasi. Sampai pagi hari istri masih di ruang IGD unit kandungan dan kebidanan, dan masih belum pindah kamar. Sekitar pukul 08.00 WIB akhirnya istri siap dipindahkan, namun tidak jadi ke kamar kelas III melainkan pindah ke ruang High Care Unit (HCU) di gedung Bougenville.

Pada akhirnya saya mengetahui bahwa keputusan ke ruang HCU adalah atas permintaan dokter Angga yang ingin istri saya dicek secara lebih menyeluruh sambil menyiapkan proses transfusi darah.

Ruang HCU tidak boleh ditunggui, jadi biarkan dan percayakan semua proses pengecekan dan lain-lain kepada semua dokter dan perawat yang bertugas. Pada saat saya mau keluar dari HCU saya bertemu dengan dokter Agus, di sini saya mengucapkan salam dan mengenalkan diri bahwa saya dan istri adalah pasien program hamil dokter Agus yang berhasil. Dokter Agus turut senang dan mengucapkan alhamdulillah, lalu beliau bertanya ada siapa di ruang HCU? Dan saya menjawab istri saya yang sedang hamil, animea, dan mau ditransfusi darah. Dokter Agus lalu menanyakan nama istri dan langsung mengecek kondisi istri di HCU.

Pada saat siang, dokter Angga menemui istri di HCU. Kehadiran dokter Angga semakin menyejukkan dan membuat tenang kami, beliau berkata, “Ibu tenang saja, di sini ibu hanya dicek dan ditransfusi darah. Tidak akan ada tindakan apapun, jadi ga usah khawatir.” Ucapan dokter ini dipegang dan diingat oleh istri, dan jika ada dokter lain yang berpendapat perlu tindakan, maka pendapat tersebut akan langsung dibantah dengan pendapat dokter Angga, kalau perlu hubungi dokter Angga dulu kalau ada sesuatu yang perlu dilakukan.

Pagi hari Jum’at 2 Agustus 2019, istri mulai ditransfusi, seharusnya 10 kantong darah, tapi entah kenapa hanya 6 kantong darah.

Istri juga sempat dibawa ke ruang USG untuk cek USG oleh dokter laki-laki. Hasil USG semuanya bagus, air ketuban cukup, gerak bayi aktif, dan sebagainya. Berbeda 180 derajat dari USG yang dilakukan dokter jaga IGD :D.

Jam 7 malam terjadi gempa dan sempat ada sedikit kepanikan walau kemudian biasa kembali.

Keadaan istri senantiasa dicek dan hasil terakhir semuanya baik, nilai hb darah istri dll juga sudah membaik. Istri sudah diperbolehkan pulang dan perlu kontrol minggu depan. Dokter  berpesan istri nanti kalau melahirkan sebaiknya di RSUP Fatmawati saja karena jika ada apa-apa lebih siap dan lengkap fasilitasnya. Jam 10 malam saya mempersiapkan administrasi untuk pulang serta mengemas barang bawaan, dan pada jam 11 malam kami sudah berangkat kembali ke rumah kami.

p.s. Tambahan dari istri: Dokter yang mengunjungi istri rata-rata dokter spesialis kandungan antara lain: Dr. Angga dan Dr. Agus (tentu saja), dr. cowok tinggi tampan berkacamata, dan dokter spesialis penyakit dalam (yang pada saat itu belum tahu namanya namun kemudian bertemu kembali dan tahu namanya adalah dr. Mardhiyah).

BERSAMBUNG KE BAGIAN SELANJUTNYA!

Tanggal Selesai Penulisan dan Publikasi 26 November 2019

One response to this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: