Membuat Akte Kelahiran Online di Tangsel

Di antara hal yang harus dilakukan setelah kelahiran anak adalah membuat Akte Kelahiran untuk anak. Anak saya lahir di RSUP Fatmawati Jakarta Selatan, sebenarnya RS ini keren banget mau membantu mengurus pembuatan Akte Kelahiran buat yang dilahirkan di RS ini secara gratis, namun sayang sekali ada persyaratan lain yaitu KTP orangtuanya harus KTP Jakarta. Berhubung saya bukan berKTP Jakarta, maka otomatis saya tidak bisa menggunakan fasilitas ini T_T.

Beberapa pekan setelah kelahiran, saya coba daftar online untuk membuat Akte Kelahiran, caranya sangat mudah hampir sama dengan membuat KTP-el:

I. Daftar online di web Disdukcapil

Berhubung domisili saya di Tangerang Selatan, alamat webnya adalah http://siakcapil.tangerangselatankota.go.id/ , jika sudah punya user login tinggal masuk saja. Jika belum punya user login maka harus melakukan pendaftaran dulu.

    1. Login dengan nomor ponsel dan password.
    2. Klik Pendaftaran
    3. Pilih Akte Kelahiran Belum Memiliki NIK (Jika bayi sudah memiliki NIK, maka pilih Akte Kelahiran Telah Memiliki NIK)
    4. Isi semua data yang diperlukan pada input pelaporan kelahiran anggota KK
      Data ini lumayan banyak yang harus diisi, mulai dari data keluarga, data bayi, data ibu, data ayah, data pelapor, data saksi I, dan data saksi II. Siapkan semua data yang dibutuhkan tersebut misalnya dengan meminjam KTP saksi-saksi (bisa menggunakan KTP orangtua kita).

    5. Pilih Tanggal Pengurusan
    6. Tekan Tombol Simpan.
    7. Secara otomatis akan mendapat email berisi lampiran dokumen dan informasi mengenai pendaftaran Akte Kelahiran baru termasuk informasi nomor registrasi dan tanggal kunjungan. Dokumen ini dicetak dan nanti dibawa ke Kantor Disdukcapil
    8. Jika tidak mendapat email, dokumen tersebut bisa diakses melalui menu Aktivitas, klik Pilihan pada Kelahiran Pelaporan, lalu klik Detail. Akan muncul informasi data pelaporan termasuk informasi nomor registrasi dan tanggal kunjungan, data inilah yang perlu dicetak dan nanti dibawa ke Kantor Disdukcapil

Tambahan:

Pada saat mengisi data, ada bagian data administrasi meliputi Surat Kelahiran dari Dokter, Nama dan Identitas Saksi Kelahiran, KK Orang Tua, KTP Orang Tua, dan Akte Nikah Orang Tua. Saya tidak tahu apakah data ini benar-benar perlu diunggah atau hanya opsional saja, tapi saat saya mendaftar, saya pindai semua data administrasi ini lalu saya unggah ke sistem mereka ini.

II. Datang ke Kantor Disdukcapil

Langkah berikutnya adalah tinggal datang ke kantor Disdukcapil dan ikuti saja prosesnya. Sebelum datang, siapkan beberapa persyaratan sesuai dengan data administrasi yang di atas, fotocopy semua dokumen dan bawa yang asli juga untuk jaga-jaga.

Tanggal 12 September 2019 saya tiba di kantor Disdukcapil sekitar pukul 09.00 dan saya dapat antrian nomor 5. Situasi saat itu di dalam kantor lumayan ramai tapi tidak ramai banget seperti terakhir kali saya ke sini. Tidak harus menunggu, saya langsung dipanggil oleh petugas loket bagian Akte Kelahiran online yang memang jatahnya dikhususkan dalam jumlah yang sedikit dan pelayanan yang seharusnya lebih cepat. Panggilan ini juga dapat terlihat dalam layar monitor TV, jadi kita bisa memastikan panggilan suara dan nomor antrian TV sama dengan antrian yang kita dapat atau tidak.

Saya kira dengan unggah file pindai dokumen yang dibutuhkan pada saat pendaftaran online, maka kita tidak perlu lagi menyerahkan fotocopy apapun. Ternyata mereka masih meminta beberapa berkas, ini yang jadi pertanyaan, lalu buat apa unggah file pada saat pendaftaran online?

Selain meminta berkas, Disdukcapil juga meminta pendaftar mengisi formulir yang disediakan di sana. Berikut ini persyaratan lengkapnya:

  • Mengisi Formulir F-2.02 (Disediakan)
  • Surat Keterangan Lahir Dokter/Bidan/RS yang asli (diambil dan tidak akan dikembalikan)
  • Foto Copy Kartu Keluarga (KK) Orang Tua
  • Foto Copy Kartu Tanda Penduduk (KTP) Orang Tua
  • Foto Copy Kartu Tanda Penduduk (KTP) 2 (Dua) orang Saksi
  • Foto Copy Buku Nikah / Akta nikah
  • Materai Rp6000,-

Setelah melengkapi semua berkas yang dibutuhkan, saya kira Akte Kelahiran akan langsung jadi, ternyata masih harus menunggu seminggu. Saya coba tanya apakah saya bisa sekalian membuat KK baru juga sekarang? Petugas loket ini menjawab, “Tidak bisa sekarang Pak, kalau mau membuat KK baru harus daftar online lagi dari awal.” Petugas loket lalu memberi lembar bukti untuk pengambilan akta kelahiran nanti.

III. Mengambil Akte Kelahiran di Kantor Disdukcapil

Saya tidak tahu 7 hari yang dimaksud apakah 7 hari kerja atau akhir pekan juga dihitung, jadi saya mundurkan saja waktu pengambilan beberapa hari, tanggal 24 September 2019 saya putuskan untuk mengambil Akte Kelahiran di Kantor Disdukcapil.

Di sini saya mengambil antrian dan membawa lembar bukti pengambilan. Sama seperti sebelumnya, situasi saat itu di dalam lumayan ramai saja dan tidak perlu harus menunggu lama, saya pun dipanggil oleh petugas loket bagian pengambilan. Setelah menerima Akte Kelahiran, saya kembali bertanya kepada petugas apakah kalau sekarang saya bisa langsung membuat KK yang baru? Petugas loket pengambilan menjawab, “Kalau mau buat KK yang baru langsung ke Kelurahan saja.”

Sepertinya ada dua cara untuk membuat KK baru, mau cara online yang langsung ke Disdukcapil atau cara manual melalui datang langsung ke kantor Kelurahan.

Oh ya tidak ada biaya apapun sejak dari pendaftaran hingga pengambilan, semuanya gratis. Pelayanan cukup baik, walau tentu masih bisa ditingkatkan supaya lebih baik lagi. Semoga pelayanan yang baik seperti Disdukcapil menular ke lembaga di bawahnya seperti kantor Kelurahan dll.

 

Semoga Bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: