Perpanjang STNK dan Nasib Beda Alamat karena Pemekaran

Alamat tempat tinggal saya beberapa tahun lalu mengalami pemekaran, ada perubahan hanya sedikit yaitu peringkasan nama jalan dan perubahan RW. Alamat sebelumnya sebagaimana tertera di KK, KTP, dan juga BPKB adalah (anggap saja) Jalan Buah Gang Belimbing Rt.06 Rw.06. Program pemekaran PEMDA mengakibatkan perubahan alamat saya menjadi Jalan Belimbing Rt.06 Rw.09. Mau engga mau harus melakukan perubahan alamat pada KK dan KTP, tapi ini relatif mudah dilakukan dan GRATIS, hanya masalah butuh waktu khusus aja untuk mengurus ini.

Lantas bagaimana nasib STNK dan BPKB akibat pemekaran? Inilah yang sampai sekarang saya masih bingung dan akan saya ceritakan kebingungan saya di blog ini.


K. Perpanjang STNK di Samsat

Ini buat catatan pribadi saya mengurus perpanjang STNK di Samsat terdekat, karena saya sebelumnya sudah pernah mengurus ini sekali tapi masih pangling dan bingung ketika datang untuk kedua kalinya :D.  Dua-duanya untuk memperpanjang STNK / bayar pajak tahunan (belum pernah mengurus sendiri yang lima tahunan). Petunjuk dan informasi di dalam Samsat masih kurang sebagaimana di tempat pengurusan sejenis lainnya.

  1. Bawa KTP, STNK, BPKB asli.
  2. Pengecekan awal di depan pintu masuk oleh petugas.
    Jika belum fotocopy, maka akan diminta untuk fotocopy di bagian fotocopy sekalian disiapkan berkasnya (map). Jika sudah fotocopy akan ditanya keperluannya apa, dicek, dan berkas diberi tanda oleh petugas.
  3. Serahkan berkas ke bagian formulir.
    Ini ada di lantai 1 di Samsat yang saya datangi. Berkas ini akan ditambah lembaran isian tertentu yang diisi oleh petugas, kita tidak perlu mengisi apa-apa lagi, cukup menunggu dipanggil.
  4. Lanjutkan menyerahkan berkas ke Loket 1 Pendaftaran dan Penetapan.
    Ini ada di lantai 2 di Samsat yang saya datangi. Karena ada banyak orang yang mengurus, berkas ditumpuk pada tempat yang sudah disediakan. Jika sudah cukup banyak tumpukannya, berkas akan dicek satu persatu oleh petugas, setelah itu akan dipanggil.
  5. Pembayaran pajak di bagian Loket 2 Kasir.
    Di sini tinggal menunggu saja nama kita dipanggil, saat dipanggil bayarlah pajak sesuai yang diminta oleh petugas. Bayar tunai.
  6. Loket Penyerahan STNK.
    Loket terakhir tinggal menunggu nama kita dipanggil untuk menerima STNK yang sudah diperpanjang.

Waktu yang dibutuhkan untuk mengurus perpanjang STNK tahunan ini sampai selesai adalah sekitar 1-2 jam tergantung banyaknya orang. Pada proses pengurusan oleh saya sendiri yang kedua di tahun 2019 ini, waktu yang dibutuhkan sekitar 90 Menit dari proses awal sampai selesai.

Sebenarnya ada cara lebih cepat yaitu dengan bayar pajak Samsat Online. Bayar pajak secara online, setelah bayar tinggal datang ke Samsat dengan membawa bukti pembayaran, KTP, STNK, dan BPKB asli, dan waktu yang dibutuhkan tidak akan selama cara offline. Namun cara ini tidak bisa saya pilih karena Samsat yang menerima pembayaran online terdekat ada di Samsat Jaksel yang lokasinya lebih jauh (ada Samsat yang lebih dekat ngapain ke Jaksel?) dan karena perubahan alamat setelah pemekaran yang mungkin dapat mengakibatkan masalah.

L. Nasib Beda Alamat karena Pemekaran Saat Memperpanjang STNK

Maret 2018 saya pertama kali mengurus ini sendiri dan alamatnya sudah beda karena pemekaran, ini jadi masalah dan ditanyakan kenapa alamatnya beda oleh petugas pengecekan loket 1 Pendaftaran dan Penetapan. Saya menjawab apa adanya karena pemekaran. Untungnya, Bapak petugas berusia 40-50 tahunan lebih ini bijak dan mengerti, jadi meloloskan penetapan tanpa memberi peringatan, wanti-wanti, atau sejenisnya. Alhamdulillah. Terima kasih Bapak petugas!

Walau begitu dalam rentang waktu setelah itu sampai Maret 2019, saya berusaha mencari informasi nasib beda alamat karena pemekaran saat memperpanjang STNK. Ini perlu saya ketahui karena pasti akan ke sana lagi untuk bayar pajak selanjutnya. Mencari informasi dengan santai, inilah hasilnya:

  1. Berdasarkan info dua orang pengusaha jasa yang sering mengurus di Samsat, mereka menyatakan saya tidak perlu melakukan perubahan alamat, nanti saja melakukannya ketika sudah di akhir siklus 5 tahunan sekalian mengganti plat.
  2. Berdasarkan info dua Petugas Polisi Samsat Keliling yang berbeda, mereka sama-sama menyarankan supaya saya datang aja ke Samsat untuk minta perubahan alamat. Perubahannya kecil karena pemekaran, jadi mudah, dan tidak akan kena biaya. Gratis!
  3. Maret 2019, saat pengecekan awal di depan pintu masuk Samsat oleh petugas Polisi, saya sempat menanyakan hal ini dan dijawab bahwa ini perubahan kecil jadi tidak pengaruh, tidak usah diganti untuk sekarang, nanti saja kalau mau ganti di akhir siklus 5 tahunan.

Ada kontradiksi antara petugas polisi Samsat Keliling dengan pengecekan di Pintu masuk. Entah mana yang benar, namun saya memilih untuk nekad aja, tidak usah ganti sekarang, gantinya nanti aja di akhir siklus 5 tahunan, yaitu pada tahun 2021 untuk kasus saya.

Pada saat pengecekan loket 1 Pendaftaran dan Penetapan tahun ini, saya dipanggil oleh petugas yang usianya masih muda sekitar 20-30 tahunan. Dengan suara yang pelan dan kurang jelas bertanya kepada saya, dan terjadilah percakapan seperti ini:

“Kenapa alamatnya beda?”

“Karena pemekaran Pak.”

“Ini ga boleh begini, harus ganti alamat.”

“Ada biayanya pak untuk ganti alamat?”

“Ada.”

“Berapa biayanya pak?”

“(Ga dijawab). Jadi gimana mau sekalian ganti alamat?”

“Kalau ganti alamatnya nanti aja gimana pak, saat siklus 5 tahunan selesai. Tadi saya nanya di bawah katanya ga usah ganti alamat sekarang, nanti aja.”

“Kalau menunggu tahun 2021 kelamaan.”

“Terus gimana donk pak?”

Lalu penyakitnya we know it yang sudah rahasia umum, kumat. TUMAN! Ga perlu saya ceritain detil, tapi pasti pembaca sudah tahu apa yang terjadi di sini. Saya terpaksa ikut aja dengan kemauannya. Petugas memberi kalimat terakhir berupa wanti-wanti kepada saya, “Cuma kali ini aja yaa pak saya membantu Bapak, tahun ke depan ga bisa lagi.” Iya iya aja saya sih daripada ribut. Wanti-wanti tersebut sih cukup diketawain aja, karena selama masih ada mental petugas yang seperti ini, maka mau tahun berapa pun akan tetap bisa dibantu hehehehe 😀

Jadi nasib beda alamat karena pemekaran saat memperpanjang STNK saya di tahun 2018 tidak terlalu menjadi masalah, sedangkan di tahun 2019 menjadi masalah dan dibuat ribet oleh petugas. Bagaimana dengan tahun berikutnya 2020? Saya juga engga tahu, lihat nanti aja tahun depan!

 

Yusuf KS.

 

p.s. Kalau ada yang tahu informasi valid yang seharusnya dilakukan ketika mengalami nasib beda alamat karena pemekaran (perubahan kecil) untuk perpanjang STNK, jangan ragu untuk sharing yaaa 🙂

 

 

 

 

 

 

 

 

5 responses to this post.

  1. Posted by Don Juan pablo on September 1, 2019 at 3:54 pm

    2019 ribet urusannya,kayak dibola-pingpongkan.Hanya karena beda alamat,kita wajib cek fisik kendaraan dan itu mesti di Samsat kota Provinsi.Setelah cek fisik,saya serahkan semua berkas yg diminta ke loket,lagi2 masih ditolak.Alasannnya mesti bawa surat kuasa(dlm kasus ini mobil bekas).Kita buat lagi surat kuasa dan mesti ngejar tanda-tangan dari pemilik awal.Beres surat kuasa saya masukkan lagi ke loket yg sama,dan Alhamdulillah di suruh nunggu petugasnya datang(polkis). Setengah jam nunggu akhirnya bapak yg ditunggu tiba juga dan mulai memeriksa berkas.Ternyata nasib belum baik,oleh si bapak yg baju coklat itu bilang tidak bisa,HARUS mutasi dan tentu balik nama.Ya Allah.. ternyata ujian belum selesai.Disertai penjelasan panjang lebar dan agak membingungkan saya mesti urus mutasi ke kab domisili saya.Lagi lagi bikin nyesak karena mesti siapkan duit 7jeti utk urus pajak dan biaya mutasi.Bagi yg tajir,ini tentu no problem,to bagi saya sangat memberatkan.
    Hikmah yg saya dapat,lain waktu kalo terpaksa beli kendaraan bekas,pastikan dari tangan pertama dan semua surat menyurat akur antar KTP STNK dan BPKp.

    Reply

    • Posted by Yusuf KS on October 3, 2019 at 9:01 am

      Terima kasih telah sharing pengalamannya Pak. Semoga permasalahan Bapak mendapat jalan keluar yang terbaik dan dimudahkan semuanya.

      Dan sebagai rakyat, kita semua tentu berharap pada semua lembaga pemerintah untuk dapat menerapkan, “Kalau bisa dipermudah kenapa dipersulit?”, bukan malah sebaliknya, sebagai bentuk pelayanan yang terbaik untuk masyarakat.

      Reply

  2. Posted by Syahrul on October 8, 2019 at 9:10 am

    Asslmualaikum. Maaf nnya ni klu pindah alamt t4 tinggl tp kota sma sma provinsiy sma apakah harus menganti bpkb sprti pjak 5 thun ya pak

    Reply

    • Posted by Yusuf KS on October 31, 2019 at 11:12 am

      Wa alaikumussalam warahmatullah. Pertanyaan pak Syahrul saya teruskan ke orang yang biasa ngurus perpanjang STNK dan BPKB, jawabannya adalah : “Tetap cek fisik ada biaya pindah alamat biaya penulisan BPKB ke Polda.”

      Reply

  3. Posted by wardi on October 31, 2019 at 12:49 pm

    assalamualaikum. maaf pak kalo mau pemutihan motor tpi ktp saya sudah pindah dari kota ke kabupaten gmn ya pak ? trima kasih
    assalamualaikum.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: