Cerita Program Hamil Sampai Kelahiran Anak Pertama Kami

Pada Refleksi 2018 yang saya tulis akhir tahun 2018 lalu, saya menulis bahwa kami mendapat rizki yang paling kami nantikan, karena pada 23 Desember 2018 istri TP, dan alhamdulillah hasilnya dua garis. Dan saya berjanji akan menceritakan detil termasuk peristiwa sebelumnya dalam usaha memperoleh anak (program hamil).

Sejak tanggal 23 Desember 2018 sebenarnya saya sudah mulai menulis mengenai cerita program hamil kami secara bertahap dan berencana mulai publikasi di blog ini saat usia kehamilan istri 4 bulan. Namun rencana ini saya tunda dan akhirkan sampai istri melahirkan dengan pertimbangan kondisi paling aman dan tenang adalah pada saat setelah melahirkan.

Alhamdulillah istri sudah melahirkan dan usia putra kami sekarang sudah lebih dari 40 hari, sehingga saya bisa mulai mempublikasi tulisan saya mengenai Cerita Program Hamil Sampai Kelahiran Anak Pertama Kami. Halaman ini juga berfungsi sebagai daftar isi karena ceritanya panjang dan akan dibagi dalam beberapa bagian.

Daftar Isi

K. Program Hamil

L. Kontrol Kehamilan di RSIA Prima Medika

M. Menjelang Persalinan hingga melahirkan di RSUP Fatmawati

Disclaimer : Tujuan saya menulis ini adalah dokumentasi tulisan pribadi sekaligus sharing pengalaman dan informasi, semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi siapa saja yang membaca dan dapat memicu semangat untuk mereka yang masih berusaha memperoleh keturunan. Apabila ada informasi obat, suplemen, dsj pada tulisan program hamil kami, maka itu hanya karena obat itulah yang diresepkan dan kami konsumsi, kami tidak menganjurkan Anda menggunakan obat tanpa resep dan rekomendasi dokter. Obat yang cocok untuk seseorang belum tentu cocok untuk orang lain, tergantung kondisi orang tersebut dan diagnosa dokter.

 

Epilog: Pasca Persalinan di RSUP Fatmawati dan Kesannya

Alhamdulillah istri dan bayi selamat semuanya, namun kami belum dapat segera pulang karena beberapa hal. Berikut ini berbagai macam cerita singkat setelah persalinan di RSUP Fatmawati.

Rawat Inap, Rawat Gabung

Sejak bulan kedelapan kehamilan kondisi darah istri memang rendah, saat persalinan pun sambil dilakukan transfusi darah, dan setelah persalinan pasti mengeluarkan banyak darah yang otomatis istri akan kekurangan darah lagi. Bahkan setelah melahirkan kondisi istri sangat lemas sekali + demam tinggi sehingga hampir tidak bisa melakukan apa-apa.

Istri diwajibkan untuk dirawat inap di gedung Teratai dan tidak boleh pulang sebelum kondisi persyaratan dari dokter terpenuhi. Sedangkan bayi kami, perawat bayi di HCU menganjurkan untuk rawat terpisah untuk dilakukan pengecekan, tes darah, dan sejenisnya. Setelah 2 hari, perawat di ruang bayi Teratai sudah menginformasikan kepada kami bahwa bayi sudah dapat dirawat gabung, namun istri minta pengunduran waktu rawat gabung dengan alasan kondisi istri masih belum stabil dan istri ingin rawat gabung ketika sudah dapat kamar kelas I. Setelah istri stabil dan mulai pulih serta kami pindah ke kamar kelas I, bayipun dirawat gabung bersama istri.

Continue reading

Persalinan di RSUP Fatmawati

Jumat 16 Agustus 2019

Jumat sore istri sudah dirawat di ruang kelas II gedung Teratai RSUP Fatmawati. Seperti biasa standar rawat inap adalah pemberian infus, lalu juga ada pengambilan darah untuk dites. Karena kami sama sekali belum membawa persiapan apapun, saya memutuskan pulang ke rumah untuk menyiapkan perlengkapan, bahkan istri menyarankan saya untuk menginap di rumah saja, yang penting besok pagi sudah ada di RS lagi.

Di rumah saya menyiapkan perlengkapan yang dibutuhkan istri dan bayi, alhamdulillah khusus perlengkapan bayi sudah disiapkan satu tas khusus dari jauh-jauh hari oleh istri, jadi saya tinggal menyiapkan perlengkapan buat istri dan saya saja.

Continue reading

Kontrol Beruntun di RSUP Fatmawati

Selasa 13 Agustus 2019

Mulai, hari Selasa ini saatnya kontrol beruntun di RSUP Fatmawati, dan kami akan bolak-balik ke RS. Hari Selasa pagi kami sudah tiba di RSUP Fatmawati, istri menunggu antrian  tes laboratorium lengkap sedangkan saya mengantri untuk pendaftaran poli kandungan dan kebidanan.

Jam 9.10 WIB istri sudah selesai, hasil lab baru dapat diambil besok. Jam  10.03 WIB istri dipanggil ke ruang USG. Di ruang ini hanya boleh istri yang masuk, suami tidak boleh menemani. Di ruangan ini ternyata lumayan menghabiskan waktu banyak, begitu saya tanya istri ternyata dokter kandungan yang pertama agak kesulitan ketika memeriksa istri, dokter ini kesulitan mencari anggota tubuh seperti tangan, kaki, jenis kelamin, dsj entah karena dokternya masih baru atau faktor lain, akhirnya dokter kandungan laki-laki yang lebih senior dipanggil, dokter Fadli, Sp.Og memeriksa istri dengan USG dengan cepat dan sudah terbiasa, hasilnya semuanya bagus, semua letak bagian tubuh dapat diketahui dan normal, air ketuban cukup, jenis kelamin laki-laki, bahkan dokter ini memuji hidung dan bibir janin bayinya.

Dokter Fadli juga sempat bertanya kepada istri tentang biasa kontrol di mana, istri menjawab di RSIA Prima Medika. Dr. Fadli ternyata tahu mengenai lokasinya dan tahu hubungannya dengan dr. Angga 🙂

Continue reading

Kontrol Kehamilan di RSUP Fatmawati yang Pertama

Hari Sabtu 3 Agustus 2019, istri melakukan tes darah rutin di klinik Cirendeu yang hasilnya akan diberikan pada saat kontrol kehamilan di RSUP Fatmawati. Alhamdulillah secara umum nilai hasilnya lebih tinggi dari hasil terakhir sebelum pulang saat di rawat inap, walau tetap belum dapat mencapai nilai normal seharusnya.

Hari Senin 5 Agustus berencana kontrol, namun ternyata dr. Angga tidak praktek di hari Senin, jadi kami memutuskan untuk membatalkan kontrol hari Senin setelah lama mengantri sejak pagi hari. Berhubung ada satu berkas administrasi rawat inap yang belum diserahkan, maka hari Senin itu saya gunakan juga untuk menyerahkan berkas kepada bagian yang dituju. Urusan administrasi rawat inap yang kemarin sudah selesai.

Berhubung ada misinformasi antara jadwal praktek dokter yang tertera di bagian kebidanan dan kandungan RSUP Fatmawati, pada hari Rabu kami kembali batal kontrol karena ternyata dr. Angga hanya praktek hari Selasa dan Kamis. Antrian Rabu pagi ini kembali percuma dan buang-buang waktu. Kontrol kehamilan dicoba kembali hari Kamis 8 Agustus 2019.

Seperti hari sebelumnya setelah lama mengantri pendaftaran dan sejenisnya sejak pagi hari, kali ini sudah dipastikan dokter Angga praktek. Pada sekitar jam 9-10 pagi para dokter sudah mulai berdatangan, dan kami melihat ada dokter Angga yang sedang praktek, dokter Angga pun sempat melihat istri. Senang sekali hati kami karena akan dapat bertemu dokter Angga di kontrol kehamilan RSUP Fatmawati ini.
Continue reading

Terdampar di RSUP Fatmawati

Berhubung usia kehamilan sudah 35 Minggu dan istri harus ditransfusi darah, maka dalam posisi serba cemas, hati tidak tenang dan campur aduk, langkah selanjutnya harus segera diputuskan. Sebenarnya kami punya uang simpanan cukup yang sengaja disiapkan untuk kehamilan normal di RSIA Prima Medika, jika uang ini dipakai  untuk transfusi darah, kami khawatir biaya untuk persalinan nanti akan berkurang dan tidak cukup.

Oleh karena itu kami coba untuk menggunakan BPJS Kesehatan untuk menghemat biaya. Kami minta rujukan ke Klinik Cirendue untuk mencoba transfusi darah di RSIA Buah Hati Ciputat. Tanggal 31 Juli 2019 kami bertemu dengan dr. Ismail dan menceritakan tentang kondisi kehamilan istri. Dr. Ismail pada prinsipnya menyetujui tindakan transfusi darah di RSIA Buah Hati, hanya saja beliau tidak tahu apakah pihak RS masih dapat melayani transfusi darah dengan menggunakan BPJS, karena BPJS menunggak 12 milyar sejak Maret 2019 pada RSIA Buah Hati. Kami disuruh menghubungi bagian rawat inap untuk kelanjutannya.

Begitu ke bagian pendaftaran rawat inap, permohonan rawat inap dan transfusi darah disetujui, namun kamar kelas I penuh semua jadi kamarnya harus turun kelas. Pada ruang unit care istri dites darahnya lagi sambil memesan beberapa kantong darah. Istri sudah sempat diinfus namun belum ditransfusi, ketika ada dokter yang memeriksa hasil tes darah, dokter tersebut malah menyarankan supaya transfusi darah tidak dilakukan di RSIA Buah Hati namun pindah ke RS yang lebih lengkap fasilitasnya yaitu RS Sari Asih Ciputat.

Continue reading

Kontrol Kehamilan Trimester III

Kontrol Kehamilan Kedelapan

 Selamat Idul Fithri 1440 H, Taqabballalahu Minna wa minkum. Hari raya berbuka sudah tiba, ini artinya istri sudah bebas makan minum apa aja kapanpun ia mau 🙂 Hemobion yang pada saat puasa istri konsumsi 2x sehari kini jadi kembali 1x sehari. Dan kemudian tibalah tanggal 22 Juni 2019 untuk kontrol kehamilan trimester III yang pertama.

Usia kandungan kini sudah mencapai 30 Minggu, dokter Angga melakukan USG dan mengecek kondisi janin, alhamdulillah semuanya normal. Hanya saja berat badan janin sedikit lebih daripada yang berat badan seharusnya, namun hal tersebut bukan masalah karena lebihnya sedikit dan dokter memaklumi keadaan sang ibu yang “balas dendam” terhadap makanan setelah sebulan penuh berpuasa. Dokter menyarankan kepada istri supaya untuk kedepannya pola makannya sedikit dikurangi atau normal saja jangan berlebihan, karena jangan sampai berat badan janin berlebihan. Apabila berat badan janin berlebihan dapat mengakibatkan kesulitan dalam proses persalinan nanti.

Continue reading

Kontrol Kehamilan Trimester II

Kontrol Kehamilan keempat

Seminggu sebelum jadwal kontrol kehamilan di bulan Maret 2019, istri melakukan tes laboratorium berupa tes darah lengkap, tes urin, dan HbsAg (Hepatitis). Pada saat kontrol kehamilan trimester II, kami menyerahkan hasil labnya kepada dokter Angga. Alhamdulillah secara umum hasilnya bagus, urin cukup bagus, HbsAg negatif, dan hasil tes darah semuanya normal kecuali sel darah merah yang nilainya masih kurang (9.3). Benar kata dr. Angga, hasil tes darah sebelum hamil dan setelah hamil dapat berubah karena berbagai macam faktor. Untuk menambah jumlah sel darah merah ini istri diresepkan suplemen Hemobion.

Pada saat USG, alhamdulillah semuanya normal dan tidak ada kelainan. Pada USG bulan ke-4 ini dokter Angga mengobservasi bayi ini dan memperkirakan jenis kelaminnya adalah laki-laki karena sudah kelihatan penisnya walau masih terlihat kecil. Namun dokter Angga bilang bulan depan akan dipastikan lagi jenis kelaminnya. Semoga observasi dokter Angga ini tepat, karena untuk yang pertama ini kami memang menginginkan anak laki-laki 🙂

Kami sempat mengobrol tentang masalah jenis kelamin apakah bisa berubah? Misalnya sekarang perempuan, lalu bulan depan menjadi laki-laki?
Continue reading