Archive for the ‘Opinion’ Category

Epilog: Pasca Persalinan di RSUP Fatmawati dan Kesannya

Alhamdulillah istri dan bayi selamat semuanya, namun kami belum dapat segera pulang karena beberapa hal. Berikut ini berbagai macam cerita singkat setelah persalinan di RSUP Fatmawati.

Rawat Inap, Rawat Gabung

Sejak bulan kedelapan kehamilan kondisi darah istri memang rendah, saat persalinan pun sambil dilakukan transfusi darah, dan setelah persalinan pasti mengeluarkan banyak darah yang otomatis istri akan kekurangan darah lagi. Bahkan setelah melahirkan kondisi istri sangat lemas sekali + demam tinggi sehingga hampir tidak bisa melakukan apa-apa.

Istri diwajibkan untuk dirawat inap di gedung Teratai dan tidak boleh pulang sebelum kondisi persyaratan dari dokter terpenuhi. Sedangkan bayi kami, perawat bayi di HCU menganjurkan untuk rawat terpisah untuk dilakukan pengecekan, tes darah, dan sejenisnya. Setelah 2 hari, perawat di ruang bayi Teratai sudah menginformasikan kepada kami bahwa bayi sudah dapat dirawat gabung, namun istri minta pengunduran waktu rawat gabung dengan alasan kondisi istri masih belum stabil dan istri ingin rawat gabung ketika sudah dapat kamar kelas I. Setelah istri stabil dan mulai pulih serta kami pindah ke kamar kelas I, bayipun dirawat gabung bersama istri.

Continue reading

Pemilu 2019

Besok, hari Rabu 17 April 2019 pesta lima tahunan rakyat kembali diselenggarakan, ini adalah Pemilu pertama yang memilih presiden dan legislatif sekaligus dalam satu waktu. Terobosan yang bagus supaya lebih hemat waktu dan biaya, walau hal ini tentu sebenarnya ditentang oleh para Caleg karena waktu kampanye mereka lebih sedikit dan bercampur dengan kampanye calon presiden.

Pileg
Mengenai pileg, jujur saja sampai saat ini saya tidak tahu caleg terbaik yang mana yang harus saya pilih, umumnya nama para caleg adalah nama yang asing dan tidak saya kenal, sosialiasi juga kurang, ditambah faktor malas dan ga nyaman melihat banyak poster caleg ga jelas berkeliaran di jalan.

Continue reading

Kapan Puasa? Kapan Lebaran?

Pada menjelang Ramadhan seperti ini, dan juga pada saat menjelang Lebaran, Idul Fithri nanti, biasanya pertanyaan bernada seperti ini sering diajukan, “Kapan puasa?”, “Kapan lebaran?”

Jika saya ditanya pertanyaan seperti itu, maka jawaban saya seperti ini :

Ada banyak pendapat tentang masalah ini, ada ru’yah global, ru’yah lokal, hisab wujudul hilal, hisab imkanur ru’yah, dll. Bagi yang bermadzhab, tinggal pilih pendapat madzhabnya saja. Bagi yang menjadi anggota ormas, tinggal pilih pendapat ormas tersebut. Bagi yang belum bermadzhab, kalau sempat pelajari alasan masing-masing pendapat dan pilih pendapat yang dianggapnya paling kuat. Bagi yang mau mengikuti apa kata pemerintah juga silakan. Yang penting pendapat apapun yang dipilih, hendaknya saling menghormati dan tidak merasa paling benar sendiri serta tidak menyesatkan, membidahkan apalagi mengkafirkan kelompok yang berbeda dengannya.

Bagi yang ingin mempelajari alasan masing-masing, lalu memilih pendapat yang paling kuat, saya sudah menulis suatu tulisan yang dapat dijadikan salah satu bahan pertimbangan Anda, yaitu : Penentuan Hilal dengan Ru’yah dan Hisab

Akhir kalimat, pada kesempatan kali ini saya menekankan sekali lagi untuk pendapat apapun yang Anda pilih, hendaknya saling menghormati dan tidak merasa paling benar sendiri serta tidak menyesatkan, membidahkan apalagi mengkafirkan kelompok yang berbeda dengannya. Selamat menunaikan ibadah shaum Ramadhan 1433 H, mari sama-sama meningkatkan ibadah kita di bulan yang penuh berkah ini.

Yusuf KS.

Review Huawei EC1261-2 Smartfren

Intro

Sudah lama rasanya saya tidak menulis tulisan yang berkaitan dengan IT, seperti biasa faktor “kesibukan” + “kemalasan” + “belum dapat inspirasi” jadi ksatria kambing hitam. kali ini saya akan menulis tulisan baru berupa review modem CDMA EVDO. Seperti review saya yang lain, review yang saya buat ini juga independen, bukan merupakan paid-review, bukan iklan/promosi terselubung, bukan pula tulisan berisi cacian atau mencemarkan nama baik pihak lain. Review ini hanyalah penilaian saya tentang produk yang sudah saya pakai, yang saya tidak malu menyebut nama produk, serta kelebihan maupun kekurangannya secara jelas.
Continue reading

Antara situs porno yang dikatakan makruh&tidak berdosa dengan situs radikal yang dikatakan lebih berbahaya

Bermula dari aksi bom yang terjadi di Gereja Bethel Injil Sepenuh, Solo pada tanggal 25 September, yang sebelumnya (April 2011) terjadi aksi bom di tempat lain yaitu di Markas Polresta Cirebon, dan beberapa kejadian lain sebelumnya, memicu berbagai komentar dari berbagai kalangan. Ada yang dengan cepat berkomentar dan langsung menuduh pelakunya adalah kelompok ini atau itu, ada yang berpendapat peristiwa itu adalah upaya pemecah belah, ada yang berpendapat bahwa itu adalah suatu bentuk konspirasi, dan berbagai pendapat lain yang muncul tentang terorisme.

Pembahasan tentang terorisme dan perbedaan pendapat dalam menyikapinya adalah pembahasan yang menarik, tapi saya tidak akan membahas hal tersebut secara detil, yang akan saya bahas saat ini adalah tentang komentar Prof Dr KH Said Agil Siraj yang muncul setelah kejadian tersebut.
Continue reading

Pertama dalam sejarah : Idul Fithri dimundurkan sehari dari yg tertera di kalender Indonesia

Ada yang menarik dan menghebohkan di tahun 1432 H di Indonesia, yang saya maksud adalah sesuatu hal yang banyak dari kita yang sudah mengetahui, yaitu tanggal Idul Fithri dimundurkan sehari dari yang tertera di kalender Indonesia, dan ini adalah yang pertama kali terjadi dalam sejarah di Indonesia (CMIIW).

Continue reading

Nasib TKW Di Luar Negeri

Setelah beberapa hari yang lalu Arab Saudi dihebohkan dengan aksi Women2Drive (sebagai aksi protes kepada pemerintah Saudi) yang mendapat cukup banyak dukungan dari berbagai kalangan di seluruh dunia, kini Indonesia dihebohkan dengan kabar menyedihkan yang berasal dari Arab Saudi, suatu kabar menyedihkan yang bukan pertama kalinya melainkan sudah sering terulang, yaitu Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang mendapat hukuman dari pemerintah Arab Saudi, seorang ibu bernama Ruyati binti Satubi (54) yang dihukum qishash karena telah membunuh majikannya.

Ruyati yang berpaspor RI nomor AL 786899 itu diberangkatkan sekitar Oktober 2008 oleh PT Dasa Graha Utama, Jakarta ke Arab Saudi dan disalurkan melalui agensi di negara tersebut yaitu Ziarah Recruitment Office.

Ia dipekerjakan pada keluarga Omar Mohammad Omar Halwani beralamat di Al Khalidiya, Mekkah.

Masa kerja Ruyati terhitung selama satu tahun tiga bulan di keluarga majikan tersebut.

Pada 12 Januari 2010 terjadi kasus pembunuhan istri majikan, Khairiyah binti Hamid Mijlid yang melibatkan Ruyati sebagai pelaku.

Dalam pengadilan tingkat pertama di Mahkamah Am pada 3 dan 10 Mei 2010, Ruyati mengakui membunuh korban setelah bertengkar akibat keinginannya pulang ke tanah air tidak dikabulkan.

Pengadilan di Mahkamah Tamyiz pun akhirnya mengesahkan hukuman qishash (mati) bagi Ruyati pada 14 Juli 2010.

Keputusan Mahkamah Tamyiz ini diperkuat oleh Mahkamah Agung Arab Saudi.

(http://www.antaranews.com/berita/263801/kepala-bnp2tki-pemancungan-ruyati-menyakitkan-bangsa)

Sekejap, berita ini langsung menghebohkan Indonesia. Berbagai komentar muncul dari berbagai kalangan, mulai dari orang biasa hingga pejabat pemerintah RI. Peristiwa ini pula berhasil memancing saya membuat tulisan baru di blog ini setelah beberapa lama saya sempat vakum menulis tulisan di blog ini.

Apakah ada yang salah pada peristiwa tersebut?

Sebagian orang mungkin akan menjawab dengan jawaban seperti ini “Ya, dan ini karena hukum kejam yang dipakai di Arab Saudi … ”

Continue reading